Selasa, 29 Oktober 2013

Training Smart Financial Management


Training Smart Financial Management




Mengapa Anda memerlukan pelatihan Smart Financial Management atau Cerdas Mengelola Keuangan? Berikut analogi sederhananya. Misalnya Anda ingin memiliki rumah dimana Anda dan keluarga besar akan tinggal. Anda perlu memiliki gambaran seperti apa bentuk rumah yang Anda inginkan. Kemudian setelah Anda memiliki gambaran atau blue print, mana yang Anda akan lakukan pertama sekali, apakah membeli furniture, paku, semen, atau sebidang tanah untuk dibangun? Cerdas Mengelola Keuangan atau Smart Financial Management tidak berbeda. Kecenderungan kebanyakan orang adalah mengerjakan pembangunan rumah tanpa memiliki gambar atau blue print dan tidak memperhitungkan waktu yang diperlukan. Pada kenyataan, proses pembangunan rumah terhenti sebelum rumah rampung. Padahal Anda tidak pernah belanja berlebihan atau sengaja menghambur-hamburkan uang Anda. Proses mempersiapkan gambar atau blue print dan mengelola proses pengerjaannya dari waktu ke waktu inilah yang terberat. Nah, apa yang harus Anda lakukan agar pendapatan yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan biaya saat ini dan membantu Anda mencapai tujuan keuangan pada masa depan Anda, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang? Anda perlu mengikuti pelatihan Smart Financial Management atau Cerdas Mengelola Keuangan. Melalui pelatihan ini Anda akan memiliki pengertian bagaimana mengelola keuangan dan menganalisa kondisi keuangan diri sendiri dan keluarga, maupun kegiatan bisnis Anda. Tujuannya adalah agar tujuan keuangan maupun gaya hidup dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Tujuan

1. Memiliki kesadaran pentingnya Mengelola Keuangan
2. Dapat membuat Manajemen Keuangan secara praktis
3. Mampu Membuat Laporan dan Mengelola Keuangan untuk Perorangan, dan Keluarga, maupun Kegiatan Bisnis.
4. Meningkatkan efektivitas dalam mencari, menggunakan dan memproteksi sumber daya keuangan.
5. Meningkatkan kontrol terhadap kegiatan keuangan dengan menghindari utang yang berlebihan, kebangkrutan dan ketergantungan kepada orang lain secara finansial.
Dengan mengelola keuangan secara cerdas diharapkan :
1. Efektivitas komunikasi meningkat sehingga kualitas hubungan personal pun memberikan dukungan yang baik terhadap pengambilan keputusan-keputusan penting yang berhubungan dengan keuangan, seperti misalnya pemilihan produk untuk penempatan dana, menambah modal usaha dll-nya.
2. Kebebasan dari kekhawatiran finansial dengan cara melihat masa depan, mengantisipasi kebutuhan biaya dan mencapai tujuan keuangan yang diinginkan

Course Highlight

1. Permasalahan yang sering dihadapi dalam Mengelola Keuangan Perorangan, dan Keluarga, maupun Kegiatan Bisnis
2. Pengertian Cerdas Mengelola Keuangan
3. Kendala Dalam Melakukan Pengelolaan Keuangan
4. Cost of Delay
5. Manfaat Pengelolaan Keuangan
6. Bagaimana Membuat Pengeloaan Keuangan
7. Darimana memulainya –Tujuan Keuangan
8. Exercise Tujuan Keuangan
9. Dasar-Dasar Laporan Keuangan
10. Menyusun Laporan Keuangan
11. Neraca Keuangan Pribadi/Keluarga
12. Dana Darurat
13. Nilai Waktu dari Uang
14. Financial Check Up
15. Kondisi Saat Ini Vs. Tujuan yang Ingin Dicapai

Durasi
1 hari ( 5 jam)

Sasaran Peserta

Eksekutif muda, Karyawan, ibu rumah tangga, Mahasiswa yang ingin mengetahui bagaimana mengelola keuangan pribadi, keluarga maupun bisnis agar target keuangan maupun gaya hidup dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.


• Tatap Muka

• Diskusi

• Simulasi

Rabu, 23 Oktober 2013

Siapkan Dana Renovasi Rumah

Siapkan Dana Renovasi Rumah  Ayahbunda.co.id

Sebelum melakukan renovasi rumah, sebaiknya perhitungkan kemampuan finansial Anda terlebih dahulu serta mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses renovasi.

  • Lakukan survey jumlah biaya total yang dibutuhkan, lalu siapkan dana cadangan sebanyak 30% dari jumlah biaya total. Sebab, seringkali dalam pelaksanaannya biaya yang harus dikeluarjan akan membengkak.
  • Setelah Anda memperoleh angka perkiraan biaya total beserta dana cadangan yang harus disiapkan, maka Anda dapat mulai menyisihkan dana untuk memenuhinya sejak jauh hari. Anda dapat menyediakan dananya dengan cara menabung atau berinvestasi
  • Bila Anda berencana menyediakan dananya dengan cara mengambil pinjaman dari bank, pastikan Anda memiliki kemampuan finansial yang kuat untuk membayar cicilan setiap bulan. Yang ideal adalah jumlah cicilan setiap tidak lebih dari 30% penghasilan Anda
  • Bila Anda bermaksud menerima tawaran kredit dana renovasi rumah yang saat ini banyak ditawarkan, lakukan perbandingan berdasarkan jangka waktu pembayaran, contohnya 5 tahun atau 10 tahun. Pilihlah yang sesuai dengan kemampuan Anda membayar cicilan. (me)

 Mau ASURANSI yang Menguntungkan MITRA ACA Solusinya


 


Klik Our Website :

Ragam Investasi Emas

Ragam Investasi Emas Ayahbunda.co.id

Bunda masa kini mulai sadar akan pentingnya investasi. Walau banyak yang berinvestasi dalam bentuk tabungan, deposito dan reksadana, investasi emas tetap terkenal sebagai investasi khas bunda. Selain dalam bentuk perhiasan dan batangan kini ada bentuk lain. Berikut ragam investasi emas yang bisa bunda jadikan pertimbangan.

Perhiasan dan koin emas.
Koin emas sangat bernilai dalam investasi, terutama koin emas yang langka. Sementara perhiasan emas, selain memiliki nilai investasi sekaligus dapat digunakan sebagai pelengkap penampilan. Sayangnya, investasi macam ini memiliki keuntungan yang sedikit.

Emas batangan.
Emas batangan lebih mudah dijual kembali dan tidak diperlukan ongkos pembuatan.

Saham pertambangan emas.
Anda dapat membeli saham dari perusahaan pertambangan emas. Sebelum berinvestasi, Anda dapat memperkirakan keberhasilan saham dan keuntungan yang akan diperoleh. Caranya dengan memeriksa biaya produksi emas dibandingkan harga emas.

Investasi emas berjangka.
Jual beli emas berjangka membutuhkan kontrak dalam jangka waktu tertentu, termasuk harga yang tertera di dalamnya. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, maka Anda akan menerima keuntungan, sebaliknya jika lebih rendah maka Anda mengalami kerugian.


KONSULTASI: FITRIAVI NOERIMAN, QM FINANCIAL

Mau ikut Training / Workshop Gabung aja ke Vibiz Learning
Workshop SIMPRO
  

 
Klik Our Website :

Jumat, 11 Oktober 2013

Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Sesuai Penghasilan?


  

Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Sesuai Penghasilan?




Sudah tidak asing lagi pernyataan “Aduh...gaji cuma numpang lewat aja nih!” Secara tidak sadar mungkin kita pernah mengucapkannya atau paling tidak mendengar seorang teman mengucapkan kalimat tersebut. Anehnya kalimat ini sering diucapkan  saat waktu gajian belum lama berselang. 

Saya sering mendengar rekan saya mengeluh karena penghasilannya dirasa terlalu kecil sehingga tidak cukup untuk membeli ini dan itu. Kalau sudah begitu, orang menuding kenaikan harga sebagai biang keladi gaji yang tidak pernah cukup. Namun kenaikan harga bukanlah satu-satunya penyebab pengeluaran lebih dari penghasilan. Banyak orang merasa penghasilannya tidak pernah cukup, meskipun sudah berkali-kali menerima kenaikan.  Jika berusaha mengingatnya, kemungkinan besar habis untuk beli majalah, koran, makanan kecil, atau rokok. Belanja kecil seperti ini tanpa disadari jika dikumpulkan jumlahnya cukup besar, jika dikalikan dengan jumlah hari dalam setahun. Saya yakin Anda akan terpukau melihat besarnya jumlah uang  yang dibelanjakan. 

Belum lagi langganan TV kabel, baju-baju yang Anda beli saat discount, gadget terbaru yang dibeli, dan sebagainya. Rasanya semakin hari semakin sulit membedakan keinginan dan kebutuhan disebabkan tuntutan gaya hidup yang sulit dipuaskan. Mengapa antara penghasilan dan pengeluaran seringkali berlomba mengalahkan siapa yang paling besar? Padahal kita tidak pernah belanja berlebihan atau sengaja menghamburkan uang. Menurut pengamatan saya, biasanya saat penghasilan bertambah, maka kita terdorong berbelanja lebih banyak.

Akhirnya sama saja, berapapun kenaikan penghasilan yang diterima, dirasa tidak pernah cukup. Nah apa yang harus kita lakukan agar seberapapun penghasilan yang kita terima bisa mencukupi kebutuhan dan membantu kita mencapai tujuan keuangan lainnya.

Pertama, kenali penyebab penghasilan tidak mencukupi, lakukan analisa apa saja yang membuat penghasilan kita tidak pernah cukup:

·        Kenaikan  harga barang dan jasa atau inflasi. Akibatnya dengan jumlah uang yang sama kita tidak lagi mendapatkan atau membeli barang dan jasa sebanyak sebelumnya, sebab nilai uang menurun dengan berjalannya waktu. Masalahnya jika penghasilan kita tetap atau jika kenaikan penghasilan kita tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa, sudah pasti penghasilan tidak cukup.

·        Menganut gaya hidup besar pasak dari pada tiang, artinya hidup diluar kemampuan finansial. Ini merupakan penyebab utama dari hampir seluruh masalah keuangan keluarga. Penyebab utama defisit biasanya dipicu sifat boros sehingga membuat kita belanja jumlahnya sering terlalu besar atau membeli barang yang sesungguhnya tidak perlu dibeli, namun tergiur oleh sale yang dilakukan oleh toko atau department store.


·        Hutang dengan sistem berbunga. Tagihan kartu kredit yang dibayar minimal akan membuat tagihan kian membengkak. Belum lagi kalau terlambat membayar, sudah pasti kena denda keterlambatan membayar yang dikenal  dengan istilah late charges. Lebih lanjut lagi kalau kita tergiur dengan tawaran membeli barang kreditan dengan cicilan ringan atau 0% juga sering membuat kita terlena, tanpa disadari pengeluaran bulanan jadi besar karena terlalu banyak membeli barang kreditan.

·        Pengeluaran tak terduga, misalnya ada kerabat pinjam uang untuk keperluan ke rumah sakit, sumbangan uang perkawinan atau hadiah ulang tahun.  Walaupun sesekali tapi karena teman atau kerabat banyak, mau tidak mau harus keluar uang yang tidak direncanakan.

Setelah mengenali penyebabnya kita bisa mencari obatnya. Terimalah tips berikut ini:

1.      Mulai berinvestasi
Inflasi yang terjadi tidak dapat dihindari karena terjadi secara alami dan diluar kemauan kita. Selain membuat defisit, inflasi juga dapat menggerogoti harta kekayaan jika tidak membuatnya berkembang biak ke dalam produk investasi yang return-nya lebih tinggi dari asumsi tingkat  inflasi. Karena itu miliki anggaran investasi agar hasil keuntungannya bisa menambah penghasilan kita. Mulailah memiliki kebiasaan menabung minimal 10 % dari penghasilan dan tingkatkan jumlahnya sejalan dengan kenaikan penghasilan dan biasakanlah membayar tabungan dahulu sebelum membayar keperluan lainnya.

2.      Biasakan membuat anggaran belanja bulanan
Tidak peduli berapa penghasilan kita, memiliki anggaran belanja bulanan sangat penting karena akan membuat pengeluaran lebih terkendali. Kuncinya adalah membuat anggaran pengeluaran lebih kecil dari penghasilan dan biasakan belanja hanya sebesar jumlah yang sudah dianggarkan. Dengan mematuhi anggaran yang dibuat, kita bisa tetap belanja tanpa mengalami defisit. Dengan adanya anggaran, kita dapat memisahkan mana pos pengeluaran wajib dan mana yang tidak wajib. Karena itu belajarlah mengelola keuangan dengan membedakan pengeluaran wajib, tidak wajib, keinginan dan kebutuhan.

3.      Batasi cicilan hutang bulanan
Kewajiban cicilan hutang bulanan seperti cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan barang kreditan, dan cicilan hutang kartu kredit, jika ditotal keseluruhan, sebaiknya tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Dengan demikian 70% sisanya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup lainnya dan juga investasi. Semakin kecil porsi hutang (<30%), maka semakin besar sisa penghasilan bulanan yang bisa dimasukkan ke investasi, sehingga semakin baik pula kondisi keuangan kita.

4.      Miliki dana cadangan
Untuk mengatasi pengeluaran tak terduga, sebaiknya tidak mengambil dari gaji rutin. Sebab memang gaji rutin memang diperuntukkan untuk pengeluaran rutin. Sedangkan pengeluaran tidak rutin, sebaiknya diambil dari dana cadangan/dana darurat. Dana ini bisa berbentuk sejumlah uang yang disimpan di rekening bank, sehingga Anda bisa mengambil saat ada keperluan mendadak. Bentuklah dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan.

Namun jika penghasilan Anda tidak rutin atau belum stabil, sebaiknya dana cadangan yang dibentuk lebih besar lagi, misalnya 6 kali pengeluaran perbulan. Jika saat Anda sudah memiliki sejumlah dana sesuai dengan kebutuhan jumlah minimal dana cadangan, maka pisahkan ke rekening tersendiri. Jika sama sekali belum memiliki simpanan uang tunai, segeralah menyisihkan minimal 10 % secara rutin setiap bulan dari gaji Anda.

Jika sudah tercapai sejumlah dana cadangan yang ditargetkan, maka Andsa bisa berhenti membentuk dana cadangan dan kegiatan setoran rutin tabungan tadi bisa dialihkan ke produk investasi yang return-nya lebih tinggi. Jika sewaktu-waktu dana tersebut terpakai, segera isi kembali, sampai target dana cadangannya tercapai.

Semoga Bermanfaat bagi Anda!